November 5th, 2007 by hasnanoir
ketika hujan malam itu, air jatuh menghantam apapun yang ada di bawahnya, menimbulkan suara gemuruh, hingga suara suara lain tak terdengar. begitu pula dengan satu suara hati didepanku. suara hati itu hampir tak terdengar, tersamar gelegar hujan. sangat kecil, sangat sulit untuk didengar, samar.. entah hati di depan ku itu memang tidak berkata ataukah hati itu telah berteriak, entahlah, aku tidak mau menerka suatu yang samar, aku takut akan salah memaknai sesuatu hanya karena salah menerka.. cukuplah aku menikmati dengan apa yang aku dengar, entah itu teriakan hati, gemuruh hujan, ataukah suara nyanyian yang akan membuat aku damai, ataukah suara lonceng bertanda pagi dimulainya hari berikutnya atau pula hanya seekor kucing yang mengeong karena lapar.. adakah diantaranya bisa merubah kemana aku berjalan, dan bagaimana caraku berjalan?
aku sungguh tak mengetahuinya apa yang terjadi diluar sana bahkan di depan ku dengan bunyi yang teraduk hujan yang memenuhi ruang antara bumi dan langit ku..
haruskah aku beranya kepada hati, hujan, nyanyian atau kah lonceng dan bahkan kucing, bahwa kalian kah yang baru saja berkata? atau kah suara lain?
aku tidak mau menerka…

Posted in Uncategorized | 7 Comments »
October 22nd, 2007 by hasnanoir
setelah semua yang terjadi,
aku meminta maaf atas kebodohanku,
kekhilafan ku, kesalahan ku,
segala emosi sesaat ku..
maaf…
maaf.. sekali lagi..
semoga tidak ada jalan dan kesempatan mengulanginya..
kalau pun ada yang menginginkan,
semoga aku tetap ingat pada penyesalanku..
ketika kau tanya padaku tentang sebuah penyesalan…
dan menjadikannya tembok yang tinggi
tanpa seorang pun bisa memanjatnya, tidak juga kau,
sampai tembok itu hancur karena evolusi siklus kehidupan ku..
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 3rd, 2007 by hasnanoir
dimana ada air segar….
untuk membasuh muka yang pekat karena keringat..
dimana ada udara pagi….
untuk mengisi paru paru ku yang hampa
dimana ada ruang..
untuk sekadar bersiul menghiasi indahnya pagi..
dimana ada ranting..
untuk sekedar hinggap dan melepas lelah..
dimana ada angin..
untuk sekedar mengirimkan salam rindu..
padamu..
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 1st, 2007 by hasnanoir
air, darat dan….
udara… tempat burung ribuan berekspresi
sampai suatu saat manusia terinspirasi untuk bisa terbang seperti burung..
sabtu lalu aku datang ke tempat orang orang itu, bercanda bertutur kata dan bertingkah seperti anak burung yang akan terbang…
"berapa kecapatan angin?", "arah angin?" "termal?" arah terbang?" kosa kata anak anak langit yang mencoba menghiasi hidupnya diantara hembusan hembusan udara..
orang orang itu sangat senang ketika mereka berlagak seperti burung yang pertama kali terbang.., mencoba msnghias langit dengan badan dan sayap sayap parasutnya diatas luasnya pohon pohon teh yang berjajar rapi terbelah oleh jalan jalan setapak..
suatu yang menarik mata dan jantung ku untuk dapat seperti mereka, walau kali ini hanya melihat saja..
lain kali aku akan seperti mereka..
menghiasi langit dengan badanku..
memandang dunia dari atas..
merasakan burung yang terbang pertama kali..
bernafas diantara jutaan udara bebas yang mengelilingiku tanpa terhalang..
sabtu 290907, suatu awal untuk suatu yang baru bagi ku..
hari yang mengasyikkan..
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 28th, 2007 by hasnanoir
hemmm….
quel le beau jour, quel le beau monde..
quel le frais air..
sampai pada tak bisa menggetarkan pita suara dan membuka mulut..
aku jadi sangat pendiam menatap senyuman mentari yang baru bangun di depan dua anak manusia yang mengumbar riuh cakap hati mereka dengan percikan simbol-simbol yang dirangkai dengan komposisi bermakna…
hati yang merasa…
hati yang mengungkap…
hati yang memutus…
dan hati yang menyata…
hati pun bersuka…
dan aku pun semakin diam… diam… dan diam…
menatap berjuta warna yang menari bahagia didepan sana…
merci mon amour!!!
merci mon Dieu!!!
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 23rd, 2007 by hasnanoir
memegang kepala tertunduk saat berjalan tepat diantara batang besi panjang tempat roda roda besi kereta berputar..
apa yang ada didalam sana hingga harus dipegang, apakah suatu yang akan lepas, ataukah hanya untuk menjaga agar tak bergeser sedikitpun dari posisi dinamis buatan Nya, untuk mencoba konsisten dengan apa yang pernah dikeluarkan dalam bentuk kata-kata.. atau hal lain yang membuat tangan begitu menghargai sebuah persahabatan hingga tak mau melepas dekapannya diranah pembungkus otak itu..
mata pun terpejam pilu dan sangat pedas ketika terlewati cemas yang berguling-guling deras dari hati menuju otak dan kesegala arah dalam kepala ini
jangan salahkan mulut yang telah berucap, dia hanya mematuhi perintah otak.. pun jangan salahkan otak karena hati tidak ingin badan ini menjadi daging yang hanya berjalan di atas waktu dan merugikan makhluk lain saja..
biarlah hati yang sakit…. walau otak galau… dan badan letih melawan udara yang membatu…
mulut cukuplah beristirahat.. dan mata lakukanlah tugas suci mu.. kaki akan tetap berjalan hingga mata menemukan dua kaki lain di sebelah dua kakii ini untuk bersama, dan tangan pun saling berangkul..
je vous en prie de votre copainant
et laissez je seule en march jusqu’au une luminer m’accompagner
chiao!!!!

Posted in Uncategorized | 2 Comments »
August 3rd, 2007 by hasnanoir
pengalaman pertama, baru-baru ini aku rasakan…
cabut gigi………!!!!
loro tenan ternyata…. cangkem ku aneh rasane.. nggedibel..kandel.. abot..pegel barang cangkeme… meh ngombe we ndlewer ndlewer, trus luih gampang emosi…ga boleh ngerokok…
wassyy**********u!!!!!!!!
beberapa waktu yang lalu………
mabuk laut…..!!!!
baru kali ini rekorku terpecahkan… mosok aku sampe mabuk laut..
ini gara2… naik kapal cepat.. AC terlalu dingin.. didalam.. harganya mahal..ditambah ombak yang gedhe…pokoke..ra cocoklah karo fisiologi jiwa dan raga ku..
wasssssssooo**********e!!!!!
apakah tubuh ini semakin tua?
hingga satu gigi saja bisa mengcrack jaringan tubuhku..kaki pun enggan untuk membuat sudut yang lebih lebar…mata hanya saja terlihat untuk setengah lingkaran hitam..leher bertegak kaku sangat dan otak pun demikian habisnya tanpa banyak mengirim sesuatu ke saraf motorik…
atau kah tubuh ini masih saling bersahabat sangat erat?
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 13th, 2007 by hasnanoir
satu tetes….
satu gelas….
satu gayung…
satu ember…
satu sumur…
satu telaga….
satu lautan….
satu samudera…
lima samudera ditambah yang tak tertembus mata dan indera..
dan sebanyak itu hanya bagian yang sangat kecil dari bima sakti ataupun keluarga dan tetangganya…
satu bentukan langka yang tercipta semenjak dunia ini ada…
biru karena matahari berlaku tak terganti
kenapa aku suka padanya, kenapa engkau juga tak ingin lepas darinya..
walau kadang engkau mencacinya, menjadikannya hitam karena perkataan kambingmu..atas segala keterhilangan mu… mungkin..
ah..aku pun tetap bertahan di bawah ketiak dingin bayang bayang riak
untuk sekedar berlindung dan merasakan hangatnya kedamaian dibawah sana
bersama berjuta jiwa yang kau lindungi..
sering aku bercanda bersama mereka dan menjadikannya kenangan dalam alam yang terekam…
hingga aku pun pasti menganggapu tetap biru..tak pernah layu..
ataupun memudar menghitam…
aku pun merasa senang bersamamu…
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 25th, 2007 by hasnanoir
raung..raung..raung..raung..
kuda-kuda pemberani yang dari lahir tanpa akal dipaksa dan pula terpaksa memenuhi keinginan majikannya bergantian berlenggok di antara betis-betis berserakan dan mata-mata takjub ribuan wajah…
majikan majikan bertangan kuat yang bangga menguasai kuda kuda mereka seolah berkata inilah aku dan kuda ku, walau terkadang gampang dibuat susah demi eksistensi mereka…
tubuh tubuh gembira yang begitu spontan, tanpa gesture buatan, dengan teriakan dari kedua tangan mereka, berharap lumpur dan tanggul mampu memperkaya komentar-komentar mereka…
dunia yang begitu riuh dengan raungan nafas-nafas kuda, decakan-decakan lumpur, sorak-sorai penikmat, serta warna warni bendera-bendera pedatang dengan berbagai kuda yang gagah..
aku di sudut dunia itu, memandang seorang pedagang asongan yang berwajah ceria yang tak sabar menunggu senja yang membawanya berhitung apa hasil hari ini, seakan hari ini adalah hari yang paling indah baginya.. hatiku damai, senyuman itu sangat sejuk.. yah, senyum harapan si bungsu untuk dapat menenteng tasnya, menikmati buku-bukunya, dan sombong kepada teman dan guru-gurunya.."aku bisa sekolah!!!"
rumput pun akan sangat rindu kembalinya dunia itu, walau badannya lunglai menahan besarnya beban dari telapak kaki-kaki penghuninya..
"apa yang membuat mereka menjadi seperti itu"pertanyaan ku..
banyak yang menjawab: "life is simple; eat,sleep and jeep"
"kapan aku menjadi bagian dunia itu…"
huh dasar, dunia 4×4!!!
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 28th, 2007 by hasnanoir
berlalu rasa berkurang makna,
satu titik rasa mendekat, menjadi besar, memenuhi pandang, hingga menutupi semua muka, sangat bermakna waktu itu, akhirnya jalanpun terhalang, dan ia mulai mengelabuhi, menguasai, memeluk erat hingga tidak mampu untuk bergerak sedikitpun. dimensi tak terlacak, sampai-sampai tidak ada akal pun yang mampu menembusnya..
benci, cinta, suka, sedih, iri, dengki, sayang, simpatik, lezat….
banyak titik di sekeliling yang akan bersiap untuk mendekat, hingga sampai menguasai, untuk membentuk sudut tentang cara untuk apresiasi pada sesuatu di sekeliling yang lain. tergiring, tersetir, terjerumus, terkendali, terkelabuhi, termakan oleh satu titik kecil sebuah rasa…sangat menyerang subyek, hingga melahirkan kambing hitam pada obyek-obyek pada dimensi netral kasat mata, kasat akal dan hati..
akankah berlalu, atau hanya dapat menutupi, ataukah mungkin melawannya, menghancurkannya dengan ketajaman akal, kearifan sosial..dependent, sangat sulit untuk menjadikannya sebuah bulatan eksekusi yang berdiri di samping dan melindungi…
mungkin akan lebih baik bagi orang yang tidak sama sekali berpihak pada idealis akal, untuk menjadikannya sebuah batu pelindung, dalam menguasai waktu, dan berjalan dalam kecongkakan publik, terlalu lemah, terombang-ambing jika sampai berlindung di balik batu rasa….

Posted in Uncategorized | No Comments »